You and Me Together Forever

Tukang Cukur Bawah Pohon Jalan Supratman

Posted on: August 16, 2009

Rela Tak Bisa Buka Jika Hari Hujan

Hidup itu sulit. Mungkin itu yang ada di benak Iji Hatidji atau yang kerap dipanggil Iji. Menjalani hidup dengan mencari uang sebagai tukang cukur bawah pohon memang harus dijalaninya. Namun, tak ada pilihan lain. itulah pekerjaan satu-satunya yang saat ini bisa dilakukannya.

Iji hanyalah satu dari delapan tukang cukur yang mangkal di bawah pohon di sepanjang Jalan Supratman, Bandung. Tukang cukur bawah pohon itu memang sudah lama berada di sepanjang Jalan Supratman dan menjadi pemandangan tersendiri bagi orang-orang yang melewati jalan tersebut.

Kondisi “salon” bawah pohon tersebut cukup sederhana. Jangan bayangkan sebuah salon modern dengan puluhan kapster, ruangan ber-ac, dan banyak fasilitas pelayanan yang bisa ditawarkan. Tukang cukur bawah pohon ini sangat sederhana. Tidak ada hairdryer, pengriting rambut, ataupun steamer. Yang ada hanya satu kursi, satu cermin kecil yang hanya cukup untuk bercermin satu kepala dan digantung di bawah pohon, gunting, pisau cukur, bedak, sikat, dan sabun.

Sementara itu, bukan tembok atau papan yang menjadi penutup untuk melindungi diri. Tukang cukur bawah pohon tersebut menggunakan kain, khususnya kain-kain bekas spanduk sebagai penutup untuk melindungi “salon” mereka itu.

Menurut Iji, pelayanan yang diberikan di tempatnya hanya sedikit yaitu hanya ada servis potong rambut dan cukur kumis serta jenggot. Itu semua dilakukannya hanya menggunakan alat-alat sederhana yang ia punyai.

“Yah, alat-alat yang dipakainya sederhana aja soalnya cara nyukurnya juga sederhana. Saya hanya terima potong rambut khusus laki-laki soalnya kalo laki-laki gampang dan tidak banyak modelnya,”ujar Iji, pria berumur 62 tahun tersebut.

Tak perlu merogoh kantong yang banyak untuk dapat memotong rambut di tukang cukur bawah pohon ini. Pelanggan hanya cukup mengeluarkan uang Rp 5.000 untuk satu kali potong rambut dan cukur kumis. Sementara itu, untuk pelayanan cukur kumis dan jenggot, pelanggan dikenakan biaya Rp 2.000-Rp3.000. Lain Iji, lain pula Adun. Pria berumur 39 tahun itu memasang harga Rp 6.000 untuk sekali potong rambut dan Rp 7.000 untuk potong rambut sekaligus cukur kumis dan jenggot.

Iji dan Adun pun memiliki kendala yang sama selama menjadi tukang cukur di bawah pohon. Jika hari hujan, mereka rela tutup lebih awal atau tidak buka sama sekali jika memang hujan turun sepanjang hari.

Selain itu, para tukang cukur bawah pohon juga mengais rezeki “seadanya”. Salam satu hari bisa sama sekali tidak ada pelanggan yang mampir. “Kalau lagi sepi paling banyak dua pelanggan yang mampir,”ujar Iji.

Sementara itu, pelanggan ramai bukan di hari-hari biasa. Iji mengaku, biasanya menjelang Hari Raya Lebaran barulah banyak pelanggan yang mampir di tempatnya.

“Kalau menjelang Lebaran bisa sampai tujuh orang yang potong rambut di sini,”ujar pria yang berasal dari Garut tersebut.

Lain lagi dengan Adun. Pria yang juga berasal dari Garut tersebut bisa dikatakan beruntung. Ia telah memiliki pelanggan tetap antara lain tentara, polisi, dan beberapa pegawai kantor pemerintahan. Selain itu, ia juga kerap mendapat pesanan untuk mencukur rambut di beberapa instansi.

Iji dan Adun hanyalah segelintir orang yang mencoba mengais rezeki dengan menjadi tukang cukur bawah pohon. Usaha mereka yang dianggap tidak berizin tersebut kadang juga tidak luput dari garukan Petugas satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang biasanya melakukan razia.

“Kalau ada razia ya kami tutup. Tapi nanti kalau sudah aman ya buka lagi,”ujar Adun.

Apa yang mereka punyai terkadang juga disita oleh Satpol PP. Jika sudah begitu, para tukang cukur itu hanya bisa pasrah dan menebus alat-alat mereka dengan uang sebesar beberapa hari mereka bekerja sebagai tukang cukur.  (DEWI RATNASARI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: