You and Me Together Forever

Perempuan dalam Bingkai Warna

Posted on: August 16, 2009

200209-M57-foto feature-Perempuan dalam Bingkai Warna_resizeTubuh seorang perempuan meliuk di atas kertas berbingkai. Tumpukan lemaknya terlihat berlipat di sekitar perutnya. Di sampingnya, tubuh seorang perempuan tanpa pakaian meliuk dengan bebasnya. Wajahnya tidak terlihat namun lekukan-lekukan tubuhnya begitu jelas tergambar.

Itulah ilustrasi dari beberapa bingkai lukisan yang terpajang dalam pameran lukisan yang mengambil tema “Sikap Warna”. Lukisan-lukisan tersebut tertata rapi dalam pameran lukisan yang diselenggarakan di Galery Maranatha, Jalan Surya Sumantri no 65, Bandung.

Pameran lukisan “Sikap Warna” tersebut adalah pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Grup Watukencana. Grup Wastukencana adalah kumpulan pelukis yang berada di bawah asuhan Yus R. Arwadinata. Pameran yang dimulai dari hari Rabu (18/2) hingga Rabu (25/2) itu menampilkan 48 karya lukisan dari delapan pelukis. Uniknya, delapan pelukis yang ikut serta dalam pameran ini semuanya adalah perempuan.

“Delapan pelukis yang ikut adalah para perempuan yang berasal dari Grup Wastukencana. Semuanya berasal dari berbagai umur dan profesi,”ujar Harry Santoso, penanggung jawab Galery Maranatha.

Sesuai dengan temanya yaitu “Sikap Warna”, semua lukisan yang terpajang dalam pameran tersebut mengekspresikan keberanian pelukisnya dalam mengeksplorasi berbagai warna di atas kanvas. Itulah sebabnya setiap lukisan memiliki karakter dan penggunaan warna yang berbeda-beda. Seperti misalnya dalam lukisan-lukisan karya Peggy Sunotoredjo yang semuanya bertemakan batu dan didominasi oleh warna-warna gelap seperti hitam dan abu-abu. Indrawati Halim yang tertarik dengan buah kelapa sebagai objek lukisannya. Kesemuanya itu memiliki maksud sendiri-sendiri.

“Itulah sebabnya pameran ini bertemakan Sikap Warna. Artinya masing-masing pelukis memiliki pandangan tersendiri terhadap warna yang tercermin dalam masing-masing karakter lukisannya,”ujar Harry.

Ekspresi Perempuan

Lukisan-lukisan yang terpajang dalam pameran lukisan ini sebagian besar mengekspresikan emosi perempuan sebagai pelukisnya.200209-M57-photo Feature-Perempuan dalam Bingkai Warna_resize Semua lukisan memiliki latar belakang masing-masing.

Luciana Wiyono, salah satu pelukis mengungkapkan bahwa inspirasi lukisan-lukisannya berasal dari pengalaman masa kecilnya hingga sekarang sebagai seorang perempuan. Oleh karena itu, banyak karya-karyanya yang menggambarkan anatomi tubuh perempuan yang semuanya ia beri judul Gesture.

“Perempuan itu adalah sosok yang unik. Dia bisa menjadi seorang yang dilindungi dan bisa juga menjadi tulang punggung,”ujar Luciana yang mengaku telah menyenangi dunia lukis sejak usia belia.

Karya-karya Luciana yang dipajang memang terbilang unik. semuanya menggambarkan anatomi tubuh perempuan tanpa disertai kepala.

“Dalam lukisan ini saya hanya ingin menampilkan bagaimana sesosok tubuh yang lemah bisa terlihat kuat. Inilah salah satu hal yang bisa saya lakukan untuk mengangkat perempuan,”tambah perempuan yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Maranatha, Bandung ini.

Eksplorasi akan keunikan tubuh perempuan pun tidak hanya dieksplorasi Luciana dalam karya di atas kanvas. Ia juga membuat karya lain yang juga terinspirasi dari perempuan. Karyanya yang lain adalah berupa lima buah instalasi yang digarapnya dalam media resin di atas akrilik yang juga diikutsertakan dalam pameran ini. Ia memberi judul karyanya tersebut “Ketubuhan Perempuan”. Pada masing-masing instalasi pun ia beri judul yaitu “Gejolak”, “Enerjik”, “Optimis”, “Meditatif”, dan “Mistik”.

“Ketubuhan Perempuan itu adalah perjalanan hidup seorang perempuan dari ia muda hingga akhirnya menjadi tua. Di dalam karya-karya tersebut memiliki maksud sendiri-sendiri,”ujar perempuan yang juga pernah mengadakan pameran bersama Mary Foster Water Colour Workshop di Galery Hidayat itu.

Lain Luciana, lain pula Indrawati Halim. Semua lukisan yang dipamerkannya bertemakan buah kelapa.

“Saya sangat menyukai kelapa. Ada kedamaian tersendiri saat melihat kelapa. Selain itu, kelapa juga sangat bermanfaat. Makanya saya mendalami kelapa dan menuangkannya dalam lukisan saya,”ujar perempuan kelahiran Semarang ini.

Inspirasi melukis pun bisa datang dari mana aja. Yenna Tjahyadi, salah satu pelukis mengatakan, dalam salah satu karyanya yang berjudul “The Art of Forgiving”. Dalam lukisan itu digambarkan seorang perempuan berkerudung sedang bersimpuh dan mencium tangan orang lain yang sengaja tidak diperlihatkan wajahnya. Yenna mengaku mendapatkan insprasi lukisan tersebut dari tradisi bermaafan saat Hari Raya Lebaran.

“Dalam lukisan tersebut saya sengaja menonjolkan ungkapan bermaafan dan sungkem saat Lebaran yang memang unik dan mengandung makna bahwa setiap orang harus merendahkan hatinya. Tidak peduli ia lebih muda atau lebih tua,”ujar lulusan Manajemen Universitas Katolik Parahyangan ini.

Sambutan Hangat

Sambutan yang hangat pun diberikan berbagai pihak dalam pameran lukisan tersebut. Gai Suhardja, Dekan FSRD Universitas Maranatha pun memberikan sambutan menyenangkan atas tampilnya karya-karya perempuan-perempuan yang memang sebagian besar sudah berusia setengah baya. Oleh karena itu, Gai Suhardja menuangkan apresiasinya dalam pengantar kuratorial pameran “Sikap Warna” ini.

Selain itu, Rahman Yudha, dosen Jurusan Desain Interior Universitas Maranatha pun mengapresiasi lukisan-lukisan yang menurutnya memiliki nuansa yang segar dalam bermain warna.

“Jika diamati memang dari lukisan-lukisan tersebut keluar pribadi masing-masing pelukisnya. Dari segi desain pun kebanyakan lukisan juga memiliki elemen estetik yang unik,”ujar pria berambut gondrong ini.

Dari keunikan-keunikan yang tersembunyi ini, tak heran jika lukisan-lukisan tersebut diminati banyak kalangan. Dea Yovita, salah satu pengunjung yang juga mahasiswa Universitas Maranatha mengaku kagum dengan berbagai lukisan yang ada.

“Semuanya bagus dan berani bermain warna,”ujar mahasiswa jurusan Information Technology (IT) Universitas Maranatha itu.

Apresiasi pun tidak hanya berasal dari para pengunjung. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Dede Yusuf pun mengaku tertarik dengan salah satu lukisan yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: