You and Me Together Forever

Penderitaan dalam Bingkai yang Elegan

Posted on: August 16, 2009

230209-M57-foto ficer-Penderitaan dalam bingkai yang elegan_resizeDua orang anak yang tak sedikit pun tubuhnya dibalut oleh kain sedang bermain dengan cerianya di atas sungai yang sehari-hari airnya digunakan untuk mandi, mencuci, dan buang air. Raut wajahnya tidak menunjukkan apa-apa kecuali kebahagiaaan. Di sampingnya, empat orang anak lainnya, dengan hanya menggunakan celana dalam, sedang asyik berdiri di atas pohon. Semuanya pun tampak bahagia.

Ilustrasi di atas hanyalah sedikit gambaran dari beberapa foto yang terpajang dalam acara Pameran Foto yang bertajuk “Empat Mata Satu Mimpi” yang diselenggarakan di Istana Plaza (IP) sejak Senin (23/2) hingga Minggu (1/3). Pameran foto yang memajang 50 buah foto ini bertujuan untuk menggalang dana bagi kepedulian sosial.

Ironis memang, foto-foto yang sebagian besar bercerita tentang penderitaan itu dipamerkan di tempat yang merupakan area perbelanjaan seperti IP. Namun, menurut Moonstar Simanjuntak, salah satu fotografer sekaligus panitia acara itu, hal tersebut disebabkan karena pameran foto itu sebenarnya memiliki misi yang mulia, yaitu penggalangan dana bagi orang-orang yang kurang beruntung.

“Kami memang sengaja menyelenggarakan di tempat umum. Semua ini semata-mata hanya ingin menyampaikan pesan dan membangun kepedulian masyarakat bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang tidak beruntung,”ujar Moonstar.

Selain Monnstar ada juga Mike Eeng Naftali yang juga merupakan fotografer dari foto-foto yang dipamerkan itu. Mike menjelaskan bahwa semua dana yang didapat dari pameran foto itu akan disumbangkan pada orang-orang yang kurang mampu.

“Salah satu tujuan sumbangan dana adalah objek foto saya. Saya prihatin melihat keadaan mereka yang sangat menderita. Oleh karenanya saya bersama Moonstar tergerak untuk menyelenggarakan pameran foto ini sebagai bentuk kepedulian,”ujar pria berambut gondrong itu.

Pameran foto “Empat Mata Satu Mimpi” menampilkan 50 buah foto yang kesemuanya bercerita tentang manusia. Foto-foto yang dipajang diambil di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Bangka Belitung, Sulawesi, dan Yogyakarta.

Moonstar juga menambahkan, pameran ini diberi judul “Empat Mata Satu Mimpi” karena fotografer yang ikut dalam pameran ini hanya dua orang yaitu Monnstar dan Mike, dan mereka memiliki satu mimpi yang sama yaitu sama-sama ingin menggugah masyarakat untuk peduli terhadap penderitaan orang lain.

Kebanyakan foto yang dipajang dalam pameran tersebut memakai objek anak-anak dan orang tua. Menurut Moonstar, hal itu dilakukan karena objek anak-anak dan orang tua bisa membangun suasana.

“Kami ingin foto yang dipamerkan memiliki suasana yang hidup dan menggugah. Anak-anak dan orang tualah yang bisa membuat foto-foto tersebut jadi hidup,”ujar Moonstar.

Moonstar dan Mike juga sengaja tidak memasang semua foto yang mengisahkan tentang penderitaan.

“Kami juga memasang beberapa foto anak-anak. Hal itu dilakukan selain agar terbangun suasana prihatin juga terdapat suasana ceria di dalamnya,”ujar Moonstar.

Sementara itu, Mike menambahkan bahwa kepolosan anak-anak kecil itulah yang membuat mereka memiliki kedekatan dan tertarik untuk memotret anak-anak tersebut.

Moonstar dan Mike tidak muluk-muluk dalam mengharapkan respon orang-orang terhadap pameran ini.

“Kami hanya ingin orang peduli dan tergerak hatinya untuk memberikan sebagian yang ia punya untuk membantu orang-orang yang kurang mampu. Karena foto-foto ini bukan merupakan potret sebagian orang. Ini adalah potret bangsa,”ujar Moonstar.(DEWI RATNASARI)

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: