You and Me Together Forever

Pameran Foto “Jalan Cahaya”

Posted on: August 16, 2009

Hadirkan Cahaya dalam Berbagai Sudut Pandang

310309-M57-foto ficer-Pameran Foto Jalan Cahaya_resizeDalam setiap kehidupan di bumi, kita tidak akan lepas dengan apa yang dinamakan cahaya. Walaupun malam datang, cahaya tetap selalu ada untuk menerangi bumi ini.

Inilah salah satu latar belakang pameran foto yang bertajuk “Jalan Cahaya” yang diadakan di Galeri Kita, Bandung, dari Senin (30/3) hingga Minggu (5/3). Pameran foto yang memajang 50 buah foto tersebut diadakan oleh komunitas Jendela Edukasi Pemotret (JePret), sebuah komunitas fotografi yang dirintis oleh mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba). Fotografer yang ikut serta dalam pameran tersebut berjumlah 17 orang dan semuanya berasal dari komunitas JePret tersebut.

Menurut Rio Try Atmaja, Ketua Pelaksana pameran foto tersebut, pameran tersebut selain sebagai bentuk apresiasi dan eksistensi dalam berkarya juga ditujukan untuk memajukan dan menyemarakkan dunia fotografi di Bandung.

Tema “Jalan Cahaya” pun dipilih dengan alasan cahaya tidak bisa dilepaskan dari dunia fotografi. Cahaya merupakan unsur utama dalam fotografi sehingga tidaklah berlebihan bila seni fotografi dianggap sebagai teknik yang dihasilkan oleh para pelukis cahaya. Cahaya yang dimaksudkan bisa berupa cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya bintang, atau bisa juga cahaya buatan seperti cahaya lampu, neon, blitz, cahaya lilin hingga lighting di dalam studio.

“Esensi fotografi adalah cahaya. Sedangkan jalan cahaya di sini diartikan bagaimana seorang fotografer mempersepsikan cahaya yang ada di sekeliling mereka untuk dapat dilukiskan dalam medium kamera sehingga menghasilkan karya seni yang indah,”ujar Rio.

Selain itu, “Jalan Cahaya” juga merupakan bagian dari ungkapan terimakasih seorang manusia pada Tuhan yang Maha Esa karena atas-Nya lah bumi yang sekarang ditempati berjuta manusia ini menjadi terang-benderang.

Rio juga menambahkan bahwa semua foto yang dipamerkan telah melalui proses kurasi yang dilakukan oleh kurator Oji Kurniadi, Galih Sedayu, dan Deni Sugandi.

“Sebelumnya foto yang masuk berjumlah sekitar 200-an foto namun dikurasi hinnga menjadi 50 foto. Kurasi ini tidak mematok konsep tertentu namun mencocokkan caption foto dengan konsep cahaya yang dimaksud fotografernya,”ujar Rio.

Foto-foto yang diambil di beberapa kota di Indonesia seperti Padang, Yogyakarta, dan Bandung tersebut benar-benar mengemas cahaya dengan segala bentuk dan keindahannya. Hal ini tampak pada salah satu foto yang berjudul “The Mistiqal of Prambanan” yang menampakkan indahnya Candi Prambanan saat disirami cahaya matahari.

Rio mengatakan bahwa fotografer bisa merekayasa cahaya yang ada sehingga menghasilkan sebuah gambar yang indah atau unik seperti halnya siluet atau bayangan. Hal ini terlihat dalam foto karya Rio sendiri yang berjudul Unni #1 yang mampu merekam sisi gelap dan misterius seorang wanita melalui artificial light dengan lighting di dalam sebuah studio.

Selain itu, ada pula foto yang dihubungkan dengan situasi yang sedang hangat saat ini yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Ini terlihat dalam foto karya “Jackson” Doddi Priadi yang berlokasi di Monumen Pancasila Bandung. Dalam foto tersebut, terlihat kamera membidik cahaya lampu di Monumen Pancasila pada saat perayaan tahun baru 2004. Cahaya-cahaya yang berwarna merah, kuning, dan hijau tersebut dilambangkan sebagai simbol-simbol partai politik yang ada di Indonesia pada zaman Orde Baru. (DEWI RATNASARI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: