You and Me Together Forever

Galeri Lukis Zola-Zolu

Posted on: August 16, 2009

Pamerkan Lukisan dari Harga Ratusan Ribu hingga Seratus Juta

300309-M57-Foto ficer-Galeri Lukis Zola-Zolu_resizeLukisan memang suatu karya yang bisa digunakan seseorang untuk menyalurkan insprirasinya. Melalui lukisan inilah, seseorang tidak hanya bisa membuat karya yang menawan tetapi juga bernilai ekonomi yang tinggi.

Ya, peluang itulah yang dimanfaatkan Galeri lukis Zola-Zolu untuk memamerkan berbagai lukisan yang berasal dari berbagai pelukis berbakat serta tak jarang pula lukisan-lukisan yang ada di galeri tersebut dibeli dengan harga yang tinggi baik itu oleh seniman atau kolektor lukisan.

Menurut Padma, Bagian Pemasaran Galeri Zola-Zolu Cihampelas Walk (CiWalk), di galeri lukis yang berdiri sejak tahun 1998 tersebut ada sebanyak 19 pelukis yang tergabung di dalamnya. Galeri itu pun telah memiliki tiga tempat pamer di antaranya di Lantai 1 no 40A Ciwalk Bandung, Jalan Natuna 15 Bandung, dan di City Plaza Jakarta.

“Pusat Galeri Zola-Zolu sendiri berada di Jalan Natuna 15, Bandung,”ujar Padma

Padma menambahkan, di Galeri Zola-Zolu Ciwalk sendiri ada sekitar 109 lukisan dengan berbagai tema yang dihasilkan oleh 19 pelukis anggota galeri tersebut. Selain itu, kebanyakan pelukis yang bergabung dengan galeri tersebut adalah para pelukis muda dan sudah sering mengadakan pameran di luar negeri. Di antaranya adalah Nugroho Adi dan Agung Yuwono yang mengadakan pameran lukisan di Singapura pada bulan Oktober 2008 lalu.

Pelukis-pelukis yang tergabung dalam galeri tersebut berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Ambarawa, Surabaya, dan Bali. Pelukis-pelukis tersebut di antaranya adalah Arifien Neif, Richard Winkler, Udin Antara, Nugroho Adi, Agung Yuwono, dan masih banyak lagi.

“Hampir semua pelukis adalah laki-laki. Hanya ada satu pelukis wanita yang bergabung yaitu Erika yang berasal dari Yogyakarta,”ujar Padma.

Selain memamerkan lukisan, galeri tersebut juga menjual lukisan-lukisan yang dipamerkan. Kisaran harganya pun bermacam-macam, dari yang seharga tiga ratus ribu hingga seratus juta. Lukisan seharga seratus juta tersebut adalah lukisan yang berjudul Going to The Temple at Tanah Lot, Bali karya John Van Der Sterren pada tahun 2004.

Padma juga mengatakan bahwa kebanyakan pelukis yang bergabung dalam galeri tersebut beraliran realis dan naturalis. Setiap pelukis yang memamerkan lukisannya di Galeri Zola-Zolu memiliki karakter masing-masing. Setiap karakter pelukis terlihat jelas dalam tiap lukisannya. Selain itu, lukisan-lukisan yang terpajang pun ditata berdasarkan pada pelukisnya sehingga terlihat jelas karakter di dalamnya.

Padma mencontohkan, lukisan-lukisan karya Ahmad Su’udhi yang memiliki ciri khas menggambarkan figur-figur anak kecil dengan bola mata yang besar-besar. Atau lukisan-lukisan karya Van der Sterren yang bertemakan pemandangan Pulau Bali.

“Van der Sterren juga memiliki karakter sendiri yaitu lukisannya memiliki garis yang tegas dan tidak terputus-putus. Lukisannya sepintas terlihat seperti lukisan anak kecil namun inilah yang membuat lukisan Van der Sterren bernilai hingga ratusan juta,”ujar Padma.

Selain memamerkan karya-karya dari para pelukis anggotanya, galeri tersebut juga sering mengadakan acara pameran lukisan khusus seperti pameran lukisan tunggal.

“Pameran tunggal yang baru saja dilaksanakan adalah pameran lukisan karya Van der Sterren pada bulan Mei 2008. Pada saat itu selain pameran tunggal, dilakukan pula launching buku karya Van der Sterren yang berisi karya-karya lukisannya,”ujar Padma. (DEWI RATNASARI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: