You and Me Together Forever

Seni Lukis di Atas Kain

Posted on: August 15, 2009

Berawal dari Coba-Coba hingga Dikirim ke Mancanegara

Melukis merupakan salah satu kegiatan yang mengasyikkan dan bisa dilakukan di beberapa media. Salah satunya adalah media kain. Seni lukis di atas kain itu kini pun semakin lama semakin diminati banyak orang hingga dipesan sampai ke mancanegara.

030409-M57-foto ficer-Seni Lukis di Atas Kain 1_resizeSalah satu orang yang menekuni seni lukis di atas kain itu adalah H. Sodjanah Darusman. Perempuan berusia 76 tahun itu mengaku awalnya hanya coba-coba melukis di atas kain namun ternyata dari sekedar coba-coba itu, kini karyanya sudah dipesan hingga ke mancanegara. Sodjanah kini juga aktif mengajar kursus melukis di atas kain di Galeri Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) setiap hari Jumat.

“Tadinya saya melukis biasa di atas kanvas namun saya bosan dan berpikir untuk melukis di media lain yang nantinya bisa dipakai tidak sekedar dilihat,”ujar Sodjanah yang mengaku menekuni dunia lukis di atas kain sejak empat tahun yang lalu itu.

Sodjanah menambahkan, melukis di atas kain itu bisa dilakukan pada kain jenis apapun termasuk juga jeans. Selama ini, Sodjanah sudah melukis berbagai motif untuk tas, kain baju, sarung bantal, selendang, hingga kerudung.

Alat-alat yang dipakai dalam melukis di atas kain itu pun berbeda dengan melukis di atas kanvas. Beberapa alat yang diperlukan untuk melukis di atas kain adalah kuas khusus untuk lukis kain, karbon jahit, pewarna tekstil, tripleks, jepitan dan jarum pentul. Karbon jahit yang terdiri atas dua warna yaitu putih dan hijau pun tidak sembarang digunakan di atas kain.

“Karbon warna hijau digunakan untuk menjiplak gambar pada kain dengan warna-warna muda sedangkan karbon warna putih digunakan untuk menjiplak gambar pada kain-kain yang berwarna gelap,”ujar Sodjanah.

Cat yang digunakan untuk melukis kain pun berbeda. Lukis kain ini menggunakan cat tersendiri yaitu cat tekstil agar nantinya tidak mudah luntur. Warna-warna pokok yang harus ada antara lain merah, kuning, biru, putih dan hitam.

Proses pengerjaan melukis di atas kain itu bisa dibilang gampang-gampang susah. Pertama yang harus dilakukan adalah membuat pola di atas kertas biasa. Sodjanah mengatakan, pola yang biasanya dipakai adalah gambar bunga atau binatang seperti kupu-kupu. Selanjutnya, gambar yang telah terbentuk tersebut dijiplak menggunakan karbon di atas sebuah kain yang telah dialasi oleh tripleks.

Setelah gambar pada kain selesai dijiplak, baru bisa dicat menggunakan pewarna tekstil. Namun, Sodjanah mengatakan untuk 030409-M57-foto ficer-Seni Lukis di Atas Kain 2_resizebeberapa jenis kain seperti kain belacu, lubang pori kain harus ditutup terlebih dahulu menggunakan cat rubber.

“Penutupan pori tersebut dilakukan agar warna pada gambar benar-benar muncul dan sesuai dengan aslinya,”ujar Sodjanah.

Saat pengecatan pun harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan sampai cat yang digoreskan terlalu tebal. Sesudah proses pengecatan selesai, lukisan dibiarkan kering atau dikeringkan menggunakan hairdryer setelah itu baru disetrika agar cat yang telah digoreskan bisa kuat, tahan lama, dan tidak mudah luntur.

Sodjanah mengatakan, melukis kain tersebut pada dasarnya hampir sama dengan membatik. Namun, melukis di atas kain dinilai lebih praktis, mudah, dan bisa dilakukan semua orang hanya dengan belajar beberapa bulan.

Sodjanah merasakan betul ketekunannya terhadap pekerjaan melukis di atas kain tersebut kini membuahkan banyak hasil. Banyak pesanan mengalir padanya untuk sekedar melukis selendang atau kain baju dengan goresan tangannya. Bahkan, ia sering mendapat pesanan untuk membuat ponco lukis. Ponco lukis adalah baju yang berbentuk seperti ponco (jas hujan) yang diberi motif lukisan tangannya sendiri.

Sodjanah mengatakan bahwa pesanan-pesanan tersebut biasanya berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, Palu, dan Batam.

“Yang terakhir adalah pesanan melukis kain untuk dikirim ke Dubai,”ujar Sodjanah yang mengaku akan tetap terus berkreativitas walau usianya sudah tidak bisa dibilang muda lagi. (DEWI RATNASARI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: