You and Me Together Forever

Menanti Annisa

Posted on: August 15, 2009

by Sammaria Simanjuntak in (http://www.godisadirector.wordpress.com) on May 14, 2009

“Hukum Newton 1: Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran”  seru karakter Cina di awal film.

Pelajaran pertama dalam menulis skenario: Hati-hati pernyataan  di dalam skenario malah berbalik menyerang lo!

Ini yang terjadi pada saat kami  mencari Annisa. Kami kesulitan mencari Annisa yang tidak hanya  sekedar cantik   karena dialog di film ini panjang-panjang dan berat.  (Pelajaran kedua menulis skenario: mikir dong  gimana ngapalinnya!)  Butuh konsentrasi  dan kecerdasan tinggi untuk memerankan Annisa di film ini.

Jadi dimulailah perburuan kami  mencari wanita bertampang sinetron, tapi aktingnya gak sinetron. Silih berganti wanita yang memasuki ruang casting semakin meneguhkan hipotesis tadi, kecantikan memang berbanding terbalik dengan kepintaran. Sebenarnya banyak juga wanita cantik dan pintar yang masuk  seleksi, hanya sayangnya wajahnya terlalu pintar. Matanya terlalu bercahaya dan penuh semangat hidup. Sedangkan untuk karakter Annisa, kami butuh tipikal karakter wanita cantik yang sering dicap bodoh, bermata sayu,  tanpa semangat hidup, tapi dalam kehidupan nyata mampuslah  kami  kalau dia beneran bodoh.

Lelah mencari,  saya mengajukan diri ke produser untuk memerankan Annisa. Wanita cantik dan pintar, siapa lagi kalau bukan saya? Dengan mata disayu-sayukan, saya merayu produser untuk memakai saya saja. Tapi produser saya  menolak dengan alasan  produksi kami gak mampu nyewa lensa wide yang mampu menangkap  lebar tubuh saya tanpa terpotong frame.  Dasar produser  gak tahu barang bagus. Dengan menggerutu, saya kembali ke kursi  sutradara yang tiba-tiba membengkok ketika saya duduki. Oops.

Jadwal shooting sudah diundur dua bulan  dan kami belum juga menemukan Annisa. Si Cina sudah merengek-rengek minta dicarikan jodoh. Setelah gagal mencari Annisa di negeri kami sendiri, Bandung, akhirnya kami melanjutkan pencarian ke negeri tetangga, Jakarta. Di Jakarta  banyak juga cewe cantik dan pintar yang qualified untuk menjadi Annisa, tapi tidak cukup gila untuk mau menerima pinangan produser miskin  dari Bandung. Kriteria Annisa pun bertambah : cantik, pintar, dan gila.

Penantian kami ternyata tidak sia-sia.  Akhirnya  jodohnya Cina datang juga. She’s our own Annisa, anggota terakhir di daftar  tim kecil nan belagu ini. Selain cantik, pintar, dan gila, Saira juga jago menipu. Dengan mata sayu, Saira berhasil meyakinkan sutradara kalau dia beneran bego dan gak punya semangat hidup. Jurus mata sayunya ini  bahkan berhasil  menurunkan kucing jantan dari pohon tanpa Saira bergerak sedikit pun.  Ditambah lagi  bakat-bakat terpendam  yang gak dimiliki artis lain: jago bongkar angkut  tripod dan mampu menghabiskan makanan porsi kuli.

The Big Director really saves the best for last for us.
Saira Jihan, we love you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: