You and Me Together Forever

gelisah massal…

Posted on: August 15, 2009

by A. Andiarti in (http://www.godisadirector.wordpress.com) on April 29, 2009

Beberapa bulan ini saya terlibat dalam proses promo film
cin(T)a garapan teman saya Sammaria Simanjuntak, dan karena kegiatan ini saya jadi banyak terlibat diskusi dengan banyak orang. Seru, karena merasa seperti ’sekolah lagi’, banyak sekali hal baru yang saya terima, dan saya bertemu dengan banyak orang hebat.

Dari salah satu diskusi, ada yang bertanya pada Sam, sebenarnya apa yang mendasari dibuatnya film ini. Pertanyaan tersebut dijawab dengan alasan yang sangat sederhana. Film ini merupakan pertanyaan putus asa melihat kondisi yang ada saat ini. Film ini dibuat karena kegelisahan, ketika semua orang merasa paling benar atas apa yang diyakini, dan menganggap orang yang tidak meyakini apa yang diyakininya itu salah.

Baiklah, setiap orang memang harus meyakini apa yang menurutnya paling benar. Tapi seringkali perpecahan itu terjadi karena kita memaksakan orang lain meyakini apa yang kita yakini. Kalau begini caranya, ribut terus dong jadinya :) Satu yang sangat kurang dibudayakan di sini, budaya diskusi!!! Menghargai pendapat orang lain!!! Padahal negara ini negara multikultur.. banyak suku, banyak agama.. Seperti mozaik cantik penghias keberagaman..

Sejak trailer film ini mulai disebarluaskan (walaupun belum resmi), kami cukup terkejut dengan respons dan apresiasi teman-teman. Ternyata film ini pun sudah masuk ke forum-forum yang sudah lama ada. Kaskus, Webgaul, Kafe Gaul, detik forum, juga di beberapa blog. Kami pun membuka Fan Page di facebook dan juga membuka forum diskusi di sana. Dari semua respons yang kami terima, kami menarik satu garis besar. Ada kegelisahan yang sama pada orang-orang dengan kegelisahan sang sutradara mengenai minimnya diskusi yang membahas keberagaman ini. Hal-hal yang harusnya bisa dibicarakan terbuka secara dewasa, malah ditabukan. Padahal bukan budaya orang lain saja, kita bisa lebih menghargai budaya kita sendiri.

Mudah-mudahan cita-cita sang sutradara untuk menjadikan film ini sebagai salah satu pembuka kunci diskusi tentang keberagaman ini bisa terwujud.

Mari berdiskusi…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: