You and Me Together Forever

cin(T)a the movie

Posted on: August 15, 2009

in (http://goresanpelangi.blogspot.com/2009/05/cinta-movie.html)

cinta-lowres1

GOD is A DIRECTOR

film indie berjudul “cin[T]a”. Sebuah film dengan premis dan tema yang menarik; bercerita tentang Tuhan, cinta, dan perbedaan. Di film itu kita mene mui dilema yang banyak dialami orang-orang: hubungan cinta beda agama. Dilema yang akhirnya berujung pada pilihan: pilih pacar atau Tuhan?

Entah berapa banyak sudah hati manusia yang nelangsa akibat dilema klise itu; saat benang kusut itu mulai teraduk: mencintai pacar… tidak mau berpisah… tidak mau mengkhianati Tuhan… tapi kenapa harus ada cinta… bukannya cinta juga diciptakan Tuhan… tapi agama bilang tidakboleh menomorduakan Tuhan… tapi kan, katanya cara saja yang beda-beda tapi Tuhannya satu… dan benang itu terus mengusut. Belum lagi Tuhan jarang berdiri sendiri, Ia membawa institusi agama, orang tua, keluarga besar, adat istiadat, bahkan aturan pemerintah Indonesia yang melarang pernikahan beda agama.


Trailer

http://www.youtube.com/watch?v=VvXVDo3OHUs
Cin(t)a The Movie fan page on Facebook.

Sinopsis

Cina (Sunny Soon), adalah mahasiswa baru 18 tahun beretnis Batak Cina. Cina tumbuh menjadi seorang remaja yang lugu karena tidak pernah mengalam i k egaga lan, tapi ia yakin bisa mewujudkan impiannya dengan modal tekad yang kuat.

Annisa (Saira Jihan), mahasiswi muslimah 24 tahun beretnis Jawa yang kuliahnya terhambat oleh karirnya di industri perfilman. Ketenaran dan kecant ika n membuatnya kesepian, sehingga ia bersahabat dengan jari bermuka sedih. Hingga satu hari ketika ada jari lain datang sehingga Annisa tidak lagi kesepian.

Tuhan adalah karakter yang paling tidak bisa ditebak. Setiap orang mencoba untuk mendeskripsikan-Nya. Setiap orang merasa mereka mengenal-Nya. Setiap kesenian mencoba untuk menggambarkan-Nya, tapi tidak ada yang benar- benar seperti-Nya. Tuhan mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa ti dak dapat saling mencintai karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.

Annisa menyayangi Tuhan dan Cina. Begitu pula Cina yang mnyayangi Tuhan dan Annisa. Tak dilupakan, Tuhan pun menyayangi Cina dan Annisa. Tapi sayang, Cina dan Annisa tak bisa bersatu karena mereka menybut Tuhan dengan nama berbeda.

Cin(T)a mendefinisikan kembali keagungan kata cinta.
Pada perkembangan perfilman Indonesia beberapa tahu n ini, tema cinta mengalami pendangkalan makna, dieksploitasi, dan terlalu disederh a nakan. Makna cinta sendiri seringkali terbiaskan dan terlupakan. cin(T)a mendefinisikan kembali kisah agape, bentuk cinta paling murni antara Tuhan dan makhluk-Nya. Film ini memberikan hiburan yang berarti dan menyeluruh yang akan menjadi magnet baru untuk generasi muda. Sembilan Matahari Film bekerja sama dengan Moonbeam Creations-Si ngapo re, mendedikasikan film ini untuk mereka yang mencari arti cinta yang sesungguhnya.

Cin(T)a menceritakan kisah sehari-hari yang tidak berani diceritakan film lain.
Di film ini Sammaria mengemas dialog-dialog yang bany ak men gupas perbedaan, di tengah pandangan masyarakat Indonesia saat yang menganggap masalah perbedaan sering dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Mengingat Indonesia adalah sebuah negara multikultur, tentunya wacana perbedaan harus dapat dikomunikasikan d enga n jujur dan cerdas untuk mengurangi permasalahan karena perbedaan itu sendiri. Perbedaan bukan suatu kekurangan, justru kelebihan bila disikapi dengan tepat.

Bersama dengan Sally Anom Sari, Sammaria merancang karakter, seting, dan dialog yang sederhana dan merangsang di tengah masyarakat multi agama dan multi kultur di Indonesia. Film ini mengingatkan bahwa kita semua berbeda, tetapi h al tersebut tidak membuat perbedaan. Karena itulah cin(T)a akan menjadi film yang wajib ditonton di negara-negara heterogen seperti Indonesia.

Cin(T)a membuktikan, film independen bisa dieksekusi den gan cerdas dan kreatif.
Kebanyakan orang saat ini menganggap film independen sam a dengan film berkualitas rendah. Film cin(T)a berhasil membuktikan, dengan pemain dan kru ‘pendatang baru’ yang hampir semuanya dibawah 30 tahun dan tidak mengandalkan m odal tetapi mengandalkan kreativitas untuk menghasilkan film beranggaran rendah berkualitas tinggi. Keseluruhan pengambilan gambar dikerjakan di Bandung, salah satu kota paling kreatif di dunia karena pesatnya perkembangan industri kreatif oleh anak-anak muda.

Dalam menyampaikan pesannya, cin(T)a menggunakan dua konsep sinematografi. Pertama, mengingat keberadaan Tuhan sangat subjektif pada seti ap orangnya, Sammaria meletakkan pemirsa pada ‘sudut pandang Tuhan’. Kedua, ketika sedang jatuh cinta, dunia serasa milik berdua. Itulah mengapa Sammaria menggunakan konsep lain dunia hanya milik berdua, selebihnya di luar adegan’.

Setelah tiga bulan pengembangan cerita (Desember 2007-Februari 2008) dan proses pre-produksi selama lima bulan (Maret-Juli 2008), Sam maria melakukan pengambilan gambar hanya 2 minggu di bulan Agustus dan lima bulan berikutnya (September 2008-Januari 2009) untuk proses post-produksi.

P.S. Soundtracknya keren. Judulnya “Kekal” by Homogenic.

Translated from Cin(t)a The Movie fan page on Facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: