You and Me Together Forever

A Film By “Cast and Crew”

Posted on: August 15, 2009

by Sammaria Simanjuntak  in (http://www.godisadirector.wordpress.com) on May 4, 2009

“Sutradaranya nih rendah hati atau rendah diri sih?” tanya seorang teman kepada seorang kru setelah melihat tulisan “a film by cast and crew” di penghujung teaser cin(T)a. Biasanya “a film by” selalu diikuti dengan nama sutradara sebagai auteur dari film itu. Orang yang mengenal saya tentunya akan tertawa karena saya sama sekali jauh dari rendah diri, apalagi rendah hati. Seringkali saya dikritik sebagai orang yang over confident dan arogant, sebuah pedang bermata dua yang seringkali dianggap cacat kepribadian tapi juga bumbu yang sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang sutradara, apalagi di jalur indie.

“A film by cast and crew” sebenarnya bukan inovasi saya. Saya pernah menonton film buatan Four Colours Jogjakarta yang mereka akui sebagai “a film by cast and crew”. Mungkin kata ini kurang tepat dibilang rendah hati atau rendah diri. Lebih tepat kalau kata ini dibilang jujur. Sesungguhnya saya akan membohongi penonton dengan menyebutkan “a film by Sammaria”. Terlalu banyak keringat dan air mata orang lain di dalam film saya… maksud saya film ini.

Saya tidak menuduh sutradara lain yang mencantumkan “a film by sutradara” sebagai pembohong. Mungkin memang mereka sutradara-sutradara yang jauh lebih kuat dan lebih berhak mencantumkan namanya mengikuti “a film by”. Tentunya ini adalah hak sutradara yang lebih banyak disetujui oleh para filmmaker dunia.

Sedikit banyak kata ‘a film by sutradara’ ini telah mengurangi penghargaan kepada peran lain dalam pembuatan film. Tak heran kalau banyak filmmaker muda yang berlomba-lomba menjadi sutradara seakan-akan profesi lain dalam film adalah hanya bagi mereka yang gagal atau nunggu giliran menjadi sutradara.

Bayangkan sebuah tim di mana semua orang ingin menjadi sutradara, sementara tidak ada yang mau menjadi produser. Selanjutnya anda dapat bayangkan sendiri bagaimana jadinya film ini.

Filmmaking pada dasarnya adalah manajemen ego. Tanpa perlu menyebutkan nama pada ‘a film by’, sutradara sudah akan cukup mendapat credit. Diharapkan dengan mengganti ‘a film by sutradara’ menjadi ‘a film by cast & crew’, banyak filmmaker muda akan berlomba-lomba menjadi ‘cast and crew’.

The destruction of art starts with a signature. – someone, lupa.

The destruction of Indie movie starts with “a film by”. – sammaria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: