You and Me Together Forever

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

300309-M57-foto Corak-Ubah Gaya dengan Kalung Wool_resizeJika mendengar kata wool, kita pasti akan terbayang oleh suasana hangat di tengah suhu yang dingin. Memang benar, benang wool adalah benang yang biasanya  digunakan untuk membuat baju-baju hangat. Ya itulah salah satu produk yang bisa dihasilkan oleh benang wool. Namun, di tangan Nurulita Salamah, benang wool tersebut bisa dijadikan sesuatu yang unik yaitu sebuah kalung yang bisa dipakai untuk mempercantik gaya Anda. Ya, inilah kalung wool. Seperti namanya, kalung tersebut terbuat dari benang wool yang dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil atau yang biasa disebut bola-bola wool. Bola-bola wool tersebutlah yang menjadi hiasan utama kalung wool tersebut. Nurulitha mengombinasikan bola-bola wool tersebut dalam berbagai warna pada setiap kalungnya. .

Kalung wool ini bisa Anda dapatkan di gerai Arkara yang terletak di Lantai 1 Cihampelas Walk (CiWalk), Bandung dengan harga antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Menurut Melisa, penjaga gerai Arkara tersebut, harga kalung wool itu berdasarkan pada banyak sedikitnya bola-bola wool yang dipasang pada kalung tersebut. “Semakin banyak bola-bola woolnya, semakin mahal pula harganya,”ujar Melisa. (DEWI RATNASARI)

300309-M57-foto Corak-Lampu Hias Onderdil Kendaraan Bekas_resizeSiapa bilang barang bekas tidak bisa dimanfaatkan kembali menjadi seseuatu yang berguna? Salah satu orang yang pintar memanfaatkan barang bekas tersebut adalah Amin Hamidan, warga Kompleks Bumi Bakti Abad. Ya, dialah pengrajin lampu hias eksotik. Lampu hias ini bukanlah sembarang lampu hias. Lampu hias ini dibuat dari onderdil bekas kendaraan. Lampu hias eksotik ini bisa Anda temukan atau beli di Jabar Craft Center (JCC) yang berada di Jalan Ir H. Djuanda no 19, Bandung. Menurut Soni, petugas harian di JCC, lampu hias tersebut disebut eksotik karena keunikannya yang terbuat dari onderdil bekas kendaraan bermotor.

Lampu hias eksotik tersebut sama fungsinya dengan lampu hias biasa meskipun terbuat dari onderdil kendaraan bekas. Lampu ini bisa menjadi hiasan unik di rumah Anda. Meskipun unik dan terkesan sepele karena terbuat dari onderdil bekas kendaraan bermotor, Anda harus merogoh kantong lumayan dalam untuk mendapatkan satu buah lampu eksotik ini. Soni menambahkan, untuk memeroleh satu buah lampu tersebut, Anda harus mengeluarkan uang sebesar Rp 1.000.000.(DEWI RATNASARI)

280209-M57-foto corak-taplak unik berbahan kayu_resizeSelama ini orang hanya mengenal taplak meja berbahan dasar kain. Atau mengenal kayu untuk bahan dasar furniture. Lalu bagaimana jika taplak dan kayu disatukan? Hasilnya adalah taplak unik yang berbahan dasar kayu atau taplak kayu. Taplak unik yang merupakan hasil kerajinan Kota Bogor itu bisa didapatkan di Jabar Craft Center (JCC), di Jalan Ir H. Juanda Bandung dengan. Kisaran harga yang ditawarkan antara Rp 20.000,00 hingga Rp 65.000,00. “Semuanya tergantung ukurannya,”ujar Sony, salah satu pegawai harian di JCC

Selain berfungsi sebagai taplak meja, taplak kayu ini juga bisa digunakan sebagai hiasan atau bahkan keset. Selain itu, taplak berbahan dasar kayu mahoni tersebut bisa digunakan sebagai karpet. Taplak tersebut juga tersedia dalam berbagai ukuran seperti ukuran 30×20 cm, 90×40 cm, dan 100×50 cm.(DEWI RATNASARI)

Tags: ,

270309-M57-foto Corak-Bukan Sembarang Tutup Botol_resizePemantik api atau yang biasa disebut lighter bagi seseorang apalagi perokok sangat berguna. Namun, kebanyakan lighter memiliki model yang itu-itu saja atau cenderung konvensional. Kini, bentuk lighter yang konvensional tersebut bisa diganti dengan lighter yang modern. Ya, inilah lighter berbentuk tutup botol. Sekilas memang nampak seperti tutup botol sebuah minuman bersoda namun bentuknya lebih besar dan tentunya lebih berat.

Pemantik api berbentuk tutup botol itu bisa didapatkan dengan mudah di outlet Rocket yang terletak di lantai 1 P12, Bandung Indah Plaza (BIP). Pembeli hanya perlu mengeluarkan uang Rp 25.000 untuk mendapatkan satu pemantik api dengan bentuk yang unik tersebut. pemantik api tersebut juga bisa digunakan untuk memperindah penampilan Anda karena bentuknya yang unik dan tidak tampak seperti sebuah pemantik api. Sementara itu, menurut Rahmat, penjaga di outlet tersebut, cara memantikkan apinya pun sangat mudah. “Tinggal tekan dan geser menggunakan jari tangan maka sudah keluar apinya,”ujar Rahmat. (DEWI RATNASARI)

260309-M57-foto CORAK-kalung kain perca_resizeKalung yang memang salah satu asesoris yang digemari banyak orang, salah satunya oleh kaum wanita. Berbagai model, bentuk dan bahan bisa digunakan untuk kalung. Lalu bagaimana dengan kain perca? Ya, kini kain perca juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku kalung. Inilah kalung kain perca. Kalung yang dibuat dari bahan sisa kaos tersebut dibuat dalam berbagai warna dan bisa didapatkan langsung di gerai Arkara yang terletak di Ground Floor Cihampelas Walk (CiWalk), Bandung. Kalung tersebut didesain sendiri oleh Renulitha Salamah atau yang kerap dipanggil Litha, pemilik gerai Arkara.

Menurut Melisa, penjaga di gerai Arkara, kalung kain tersebut merupakan salah satu karya Litha untuk memanfaatkan limbah kain yang selama ini terbuang percuma. Selain menggunakan kaos, Litha juga menambahkan manik-manik sebagai hiasan untuk mempercantik kalung tersebut. Seperti halnya kaos, kalung tersebut akan basah jika terkena air. Jadi, pemakainya harus berhati-hati saat memakainya agar bentuk kalung tersebut tidak lekas rusak. Selain kalung, Litha juga memanfaatkan limbah kaos tersebut untuk membuat asesoris lain seperti gelang, dompet, dan tempat handphone. Melisa menambahkan, pembeli cukup merogoh kantong antara Rp 15.000,00 hingga Rp 25.000,00 untuk mendapatkan satu buah kalung kain tersebut.(DEWI RATNASARI)

250309-M57-foto Corak-Lampu Lidi_resizeLampu duduk atau lampu tidur adalah lampu-lampu elegan yang biasanya menghiasi setiap sudut rumah. Lampu-lampu tersebut biasanya terbuat dari logam atau kaca dengan bentuk yang itu-itu saja. Namun, kini lampu duduk bisa hadir dengan bentuk yang berbeda dan unik. Ya, inilah lampu lidi. Lampu duduk yang terbuat dari lidi ini memang tampak seperti sapu lidi terbalik namun fungsinya sangat berbeda dengan sapu lidi. Lampu duduk yang bisa didapatkan di Bali Art Festival yang diadakan di Cihampelas Walk (CiWalk) dari 19-31 Maret 2009 tersebut dibuat dan didatangkan langsung dari Pulau Dewata, Bali.

Lampu lidi yang bisa ditemukan di stand Papatong tersebut memang unik dan memberikan kesan yang sangat etnik. Lampu tersebut bisa digunakan sebagai pajangan atau difungsikan sebagai lampu duduk atau lampu tidur. Hanya dengan merogoh kantong Rp 85.000,00, Anda sudah bisa memiliki lampu tersebut sebagai hiasan untuk interior rumah Anda. Menurut Ema, penjaga di stand Papatong, selain di Bali Art Festival, lampu tersebut juga bisa ditemukan di showroom Papatong di Puri Pangandaran, Jalan Pasirluyu no 37 Bandung atau bisa juga dengan mendatangi langsung di Pandora Workshop yang terletak di Jalan Terusan Buah Batu no 282, Bojong Soang, Bandung. (DEWI RATNASARI)